<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.8.0-dev (info@mypapit.net)" -->
<rss version="2.0"  xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <title>Jurnal Yayan Sopyan</title>
        <description></description>
        <link>http://yayan.com/</link>
        <lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 10:47:29 GMT</lastBuildDate>
        <generator>FeedCreator 1.8.0-dev (info@mypapit.net)</generator>
		<atom:link href="http://yayan.com/?option=com_ninjarsssyndicator&amp;feed_id=1&amp;format=raw" rel="self" type="application/rss+xml" />        <item>
            <title>Memimpikan Launching Buku?</title>
            <link>http://yayan.com/tentang-menulis/memimpikan-launching-buku</link>
            <description><![CDATA[Sebagai penulis, tentu saja anda patut bergembira atas terbitnya naskah  anda. Anda boleh merayakannya tapi sebaiknya itu tidak disangkutpautkan  dengan acara launching buku.<br /> 

<p><a href="http://yayan.com/tentang-menulis/memimpikan-launching-buku">Selengkapnya...</a></p>]]></description>
            <author> yayan@yayan.com (Yayan Sopyan)</author>
            <pubDate>Fri, 18 May 2012 07:58:18 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://yayan.com/tentang-menulis/memimpikan-launching-buku</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Self Publishing Bukan Melulu Menggandakan Naskah</title>
            <link>http://yayan.com/tentang-menulis/self-publishing-bukan-melulu-menggandakan-naskah</link>
            <description><![CDATA[Sebagai penerbit, seorang penulis harus berorientasi kepada pembaca. Ia  tidak bisa mengumbar maunya sendiri tanpa mempertimbangkan pembaca yang  disasarnya. Self publishing bukanlah jalan keluar bagi penulis yang  egois<br /> 

<p><a href="http://yayan.com/tentang-menulis/self-publishing-bukan-melulu-menggandakan-naskah">Selengkapnya...</a></p>]]></description>
            <author> yayan@yayan.com (Yayan Sopyan)</author>
            <pubDate>Fri, 06 Apr 2012 16:15:00 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://yayan.com/tentang-menulis/self-publishing-bukan-melulu-menggandakan-naskah</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Bersembunyi Di Timbunan Ide</title>
            <link>http://yayan.com/tentang-menulis/bersembunyi-di-timbunan-ide</link>
            <description><![CDATA[Merasa tak punya ide itu tidak bagus bagi stamina seorang penulis.  Perasaan macam itu terkadang membuat si penulis loyo, karena merasa  kurang darah. Itu sebabnya seorang penulis sebaiknya memahami dan  menguasai betul keterampilan-keterampilan untuk menemukan dan menggali  ide tulisan.Sebaliknya, merasa punya banyak ide juga bisa membahayakan kerja si penulis.<br /> 

<p><a href="http://yayan.com/tentang-menulis/bersembunyi-di-timbunan-ide">Selengkapnya...</a></p>]]></description>
            <author> yayan@yayan.com (Yayan Sopyan)</author>
            <pubDate>Mon, 12 Mar 2012 01:00:00 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://yayan.com/tentang-menulis/bersembunyi-di-timbunan-ide</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Menulis Itu Persuasi</title>
            <link>http://yayan.com/tentang-menulis/menulis-itu-persuasi</link>
            <description><![CDATA[Pada kebanyakan jenis tulisan, tindakan menulis adalah sebuah persuasi.&nbsp;  Pada saat menulis,&nbsp; anda sedang mencoba meyakinkan pembaca anda agar  mau bersepakat dengan anda dalam melihat sesuatu. Filsafat politik dalam  komunikasi tertulis adalah: “Typing is Convincing, Reading is  Believing”<br /> 

<p><a href="http://yayan.com/tentang-menulis/menulis-itu-persuasi">Selengkapnya...</a></p>]]></description>
            <author> yayan@yayan.com (Yayan Sopyan)</author>
            <pubDate>Tue, 31 Jan 2012 05:28:38 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://yayan.com/tentang-menulis/menulis-itu-persuasi</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Tidak Mood Untuk Menulis?</title>
            <link>http://yayan.com/tentang-menulis/tidak-mood-untuk-menulis</link>
            <description><![CDATA[<em>Mood</em>? Anda bilang, anda tidak mulai menulis karena anda merasa sedang  tidak <em>mood</em>? Belum berada dalam suasana hati yang pas untuk menulis? Kalau  anda yakin bahwa persoalan utama menulis anda adalah <em>mood</em>, cobalah  bayangkan bos anda. Atau boleh juga anda membayangkan pelayan rumah  makan langganan anda.<br /> 

<p><a href="http://yayan.com/tentang-menulis/tidak-mood-untuk-menulis">Selengkapnya...</a></p>]]></description>
            <author> yayan@yayan.com (Yayan Sopyan)</author>
            <pubDate>Tue, 17 Jan 2012 07:44:28 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://yayan.com/tentang-menulis/tidak-mood-untuk-menulis</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Satu Toilet Sepuluh Novel</title>
            <link>http://yayan.com/tentang-menulis/satu-toilet-sepuluh-novel</link>
            <description><![CDATA[“Mas tahu, sekali saya masuk toilet, saya bisa menghasilkan sepuluh  novel,” katanya bersemangat. Lalu kelas pun riuh. Hampir semua peserta  berkomentar dengan suara bergumam. Tak terlalu jelas apa komentar mereka  untuk bualan temannya itu.<br /> 

<p><a href="http://yayan.com/tentang-menulis/satu-toilet-sepuluh-novel">Selengkapnya...</a></p>]]></description>
            <author> yayan@yayan.com (Yayan Sopyan)</author>
            <pubDate>Sun, 01 Jan 2012 05:06:59 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://yayan.com/tentang-menulis/satu-toilet-sepuluh-novel</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Peperangan 2.0</title>
            <link>http://yayan.com/first-draft/peperangan-2-0</link>
            <description><![CDATA[Dalam perang propaganda pada era ini, yang harus kita takutkan bukanlah musuh kita. Takutlah kepada mereka yang menjadikan kita sebagai prajurit dan meriamnya tanpa kita sadari.]]></description>
            <author> yayan@yayan.com (Yayan Sopyan)</author>
            <pubDate>Fri, 21 Jan 2011 03:25:21 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://yayan.com/first-draft/peperangan-2-0</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Merdeka 2.0</title>
            <link>http://yayan.com/first-draft/merdeka-2-0</link>
            <description><![CDATA[Merdeka adalah <br /> 
<ul>
<li>Bersikap waspada dan terbebas dari hasutan versi 140 karakter </li>
<li><em>Stop</em> asal <em>njeplak </em></li>
<li><em>Stop</em> berbagi &nbsp;kebencian</li>
<li> Terbebas dari sesat pikir&nbsp; </li>
<li> Terbebas dari segala jenis manipulasi pendapat publik.</li>
<li>Otentik, otonom dan berdaulat di tengah riuh rendah siaran radio dengkul di ranah jejaring dan media sosial</li>
</ul>]]></description>
            <author> yayan@yayan.com (Yayan Sopyan)</author>
            <pubDate>Mon, 16 Aug 2010 00:00:00 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://yayan.com/first-draft/merdeka-2-0</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Mesin &amp;amp; Konteks Cabul</title>
            <link>http://yayan.com/first-draft/mesin-dan-konteks-cabul</link>
            <description><![CDATA[Memblokir konten cabul itu baik-baik saja. Toh tak ada seorangpun di Indonesia yang berani mengakui dirinya sebagai pendukung pornografi. <br /><br />Cuma saja, urusan teknik dan metoda pemblokiran itu sendiri tidak boleh diabaikan. Kesalahan dalam urusan itu bisa mengancam hak lain dari warga negara di luar urusan cabul.  <br /><br />Metoda pemblokiran berdasarkan kata kunci, misal. Bayangkanlah, jika kata “seks” termasuk kata kunci yang diblokir maka artikel ilmiah tentang “pendidikan seks” ikut terblokir. Mesin bisa mengenali teks, tapi belum ada mesin yang memahami konteks.]]></description>
            <author> yayan@yayan.com (Yayan Sopyan)</author>
            <pubDate>Thu, 12 Aug 2010 03:10:57 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://yayan.com/first-draft/mesin-dan-konteks-cabul</guid>
        </item>
        <item>
            <title>Murah Tapi Konyol</title>
            <link>http://yayan.com/first-draft/murah-boleh-konyol-jangan</link>
            <description><![CDATA[Sebuah ebook reader dirancang untuk menyasar pelajar di negara berkembang. Alat itu memakai microcontroller jadul sehingga harganya&nbsp;bisa murah. Alat yang bernama <a target="_blank" title="Humane Reader" href="http://humaneinfo.com/">Humane Reader</a> itu akan berharga $ 20 saja.
<p>Untuk membaca ebook, alat ini harus dihubungkan ke TV. Kok begitu? Perancang alat itu menganggap orang di negara berkembang lebih terbiasa dengan TV ketimbang komputer.</p>
<p>Anggapan dia mungkin betul, tapi keputusannya itu salah. Bayangkanlah seorang pelajar di Indonesia membaca ebook di layar TV. Dia bisa dikeroyok penghuni rumah lain yang kecanduan sinetron atau infotainment kan?</p>]]></description>
            <author> yayan@yayan.com (Yayan Sopyan)</author>
            <pubDate>Wed, 28 Jul 2010 14:46:25 GMT</pubDate>
            <guid isPermaLink="false">http://yayan.com/first-draft/murah-boleh-konyol-jangan</guid>
        </item>
    </channel>
</rss>

