|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Kamis, 21 Maret 1991 |
|
Gejala rok mini memberikan citra perlawan terhadap nilai-nilai tradisional yang mitis, yang masih tersisa dalam arus yang mengalir menuju modernitas. |
|
Baca lengkap ...
|
|
|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Sabtu, 16 Maret 1991 |
|
Implikasi lain dari gagasan dua profesor itu adalah bahwa puisi tidak mengambil jarak terhadap realitas sosial yang paling fenomenal sekalipun dalam tema maupun bentuk. Dengan cara ini, penyair menempatkan dirinya sebagai bagian yang tak terpisah dengan sosialitasnya. Penyair beserta puisinya dengan demikian mengalami desakralisasi. |
|
Baca lengkap ...
|
|
|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Sabtu, 02 Maret 1991 |
|
Umumnya banyak orang menganggap bahwa nilai-nilai kekerasan sebenarnya bersifat universal dan kodrati dalam kehidupan manusia. Namun anggapan ini hanya menjerumuskan banyak orang kepada tindakan yang fatalistik, sedemikian rupa sehingga kekerasan dianggap sesuatu yang lumrah. Akibatnya, kebudayaan manusia nyaris terjebak ke dalam peradaban hewan yang reaktif, dan hara pan untuk hidup dalam kedamaian menjadi kontradiksi yang absurd. |
|
Baca lengkap ...
|
|
|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Senin, 11 Pebruari 1991 |
|
Dan tanggungjawab berkreasi, bagi para seniman, adalah kata kerja. Sebagai suatu proses, kewajiban untuk pertanggungjawabkan kreasi tak bisa diandai-andai seperti barang-barang atau benda-benda. Proses tak pernah bisa diadili sebelum terjadi. |
|
Baca lengkap ...
|
|
|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Rabu, 06 Pebruari 1991 |
|
Apa yang dilakukan oleh pers mahasiswa saat ini kiranya sepadan dengan polah tokoh Dalton alias Nuwanda dalam DPS. Dalam mengidentifikasikan dirinya dengan DPS zaman gurunya, Dalton mengunakan gaya dan simbol-simbol komunikasi yang kontektual terhadap lingkungannya. |
|
Baca lengkap ...
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 Next > End >>
|
| Results 21 - 25 of 28 |