Hampir satu jam hujan turun terus. Gunturnya berkali-kali memekik kencang.
Sial, hujan reda dibarengi listrik yang padam. Pemukiman menjadi ruang yang sensitif terhadap suara, ketika semua TV di rumah-rumah mati bisu. Rengekan bocah kecil berponi jadi lebih jelas terdengar. ciptaran air dari roda tukang susu keliling jadi lebih kentara.
Angin rasanya jadi lebih dingin masuk dari jendela belakang, menyapu 4 kursi yang kedinginan