|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Senin, 03 Maret 2003 |
Menurut saya, kegaptekan masyarakat kita adalah telur yang dihasilkan oleh gapkom (gagap komunikasi) dan gapdik (gagap didik) dari minoritas meltek (melek teknologi) dalam masyarakat kita, dan hasil dari butubivisbud (buta tuli bisu visi kebudayaan) mereka yang disebut/meyebut dirinya sebagai pemimpin bangsa saat ini. |
|
Baca lengkap ...
|
|
|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Selasa, 12 November 2002 |
Kemiskinan ini memang merupakan risiko yang harus kita tanggung sebagai akibat dari kedunguan kita dalam mengapresiasi teknologi. Entah dimana ahli-ahli komunikasi, politik, para filsuf, ahli semiotika, sosiolog kita berada dalam mengapresiasi era teknologi ini. |
|
Baca lengkap ...
|
|
|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Jumat, 16 Agustus 2002 |
Namun, ada juga diantaranya yang ingin memberi kesan bahwa bidang TI adalah bidang yang hebat dan oleh karenanya harus rumit dan susah dimengerti! Kelompok ini cenderung menggunakan bahasa yang super dahsyat, istilah-istilah teknis yang rumit -meski sebetulnya seringkali hal tersebut dapat dihindari dengan sikap kerendahan hati untuk mau melayani tingkat pengetahuan pembaca yang mungkin secara teknis tidak setara dengan sang penulis. |
|
Baca lengkap ...
|
|
|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Senin, 24 Juni 2002 |
Komputer lebih menjadi alat bantu yang membuat kita lebih mudah dalam membuat lagu, dalam menyusun musik. Ada banyak cara, ada banyak hal yang bisa dilakukan komputer dalam hal musik. Salah satu yang bisa dilakukan -yang sudah tumbuh sejak tahun 80-an- adalah apa yang disebut dengan tracking: menata nada-nada, membuat pola nada, dan menyusun pola nada itu menjadi satu sekuen lagu. |
|
Baca lengkap ...
|
|
|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Jumat, 17 Mei 2002 |
Sebuah website, pertama-tama harus dipandang sebagai urusan media, sebagai urusan komunikasi dan bukan urusan teknologi. Namun bukan berarti teknologi menjadi tidak penting. |
|
Baca lengkap ...
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next > End >>
|
| Results 21 - 25 of 33 |