Membuat Musik Dengan Komputer Komputer lebih menjadi alat bantu yang membuat kita lebih mudah dalam membuat lagu, dalam menyusun musik. Ada banyak cara, ada banyak hal yang bisa dilakukan komputer dalam hal musik. Salah satu yang bisa dilakukan -yang sudah tumbuh sejak tahun 80-an- adalah apa yang disebut dengan tracking: menata nada-nada, membuat pola nada, dan menyusun pola nada itu menjadi satu sekuen lagu.
|
Indonesia.go.id Tidak Didesain Sebagai Media Komunikasi Sebuah website, pertama-tama harus dipandang sebagai urusan media, sebagai urusan komunikasi dan bukan urusan teknologi. Namun bukan berarti teknologi menjadi tidak penting.
Kesenjangan Digital Dan Kontent Berbahasa Indonesia Berbicara mengenai kesenjangan digital berarti berbicara mengenai gap antara kelompok masyarakat yang bisa menikmati teknologi digital -sebagai alat untuk bekerja, berkreasi, berkreativitas, dan lain sebagainya- dan menikmati keuntungan-keuntuingan yang diberikan oleh teknologi digital, dan kelompok masyarakat yang sama sekali tidak mencicipi itu.
LBBM Luncurkan Dua e-Book Gratis Berbahasa IndonesiaLingkungan Belajar dan Bekerja Mediakita (LBBM) hari ini meluncurkan dua e-book gratis berbahasa Indonesia berjudul "Dengan ModPlug Tracker, Membuat Musik Digital" dan "Riset di Internet".
Karakteristik Net.Art Digital art masih percaya kepada teks, tidak menghilangkannya. Tapi teks kemudian diperkaya dengan gerakan, gestur, suara, animasi, dan immaterialitas. Yang sering jadi polemik adalah apakah dengan penambahan itu orang/apresiator semakin dipersempit imajinasinya (karena diarahkan oleh elemen lain) atau malah semakin diperluas.
|
Komputer lebih menjadi alat bantu yang membuat kita lebih mudah dalam membuat lagu, dalam menyusun musik. Ada banyak cara, ada banyak hal yang bisa dilakukan komputer dalam hal musik. Salah satu yang bisa dilakukan -yang sudah tumbuh sejak tahun 80-an- adalah apa yang disebut dengan tracking: menata nada-nada, membuat pola nada, dan menyusun pola nada itu menjadi satu sekuen lagu.
Sebuah website, pertama-tama harus dipandang sebagai urusan media, sebagai urusan komunikasi dan bukan urusan teknologi. Namun bukan berarti teknologi menjadi tidak penting.
Berbicara mengenai kesenjangan digital berarti berbicara mengenai gap antara kelompok masyarakat yang bisa menikmati teknologi digital -sebagai alat untuk bekerja, berkreasi, berkreativitas, dan lain sebagainya- dan menikmati keuntungan-keuntuingan yang diberikan oleh teknologi digital, dan kelompok masyarakat yang sama sekali tidak mencicipi itu.
Digital art masih percaya kepada teks, tidak menghilangkannya. Tapi teks kemudian diperkaya dengan gerakan, gestur, suara, animasi, dan immaterialitas. Yang sering jadi polemik adalah apakah dengan penambahan itu orang/apresiator semakin dipersempit imajinasinya (karena diarahkan oleh elemen lain) atau malah semakin diperluas. 