|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Kamis, 08 Pebruari 2007 |
|
Siapapun yang bekerja di bidang penerbitan, tidak mungkin menerbitkan niat, keinginan, dan isi kepala. Para penerbit hanya menolak atau menerbitkan isi kepala yang sudah dituangkan menjadi naskah. |
|
Baca lengkap ...
|
|
|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Kamis, 24 Agustus 2006 |
|
Kita hanya sibuk dengan peradaban yang berisik: handphone yang berdering-dering, iklan produk yang memanggil-manggil, stasiun-stasiun televisi yang bergosip tidak tentu juntrungannya. |
|
Baca lengkap ...
|
|
|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Selasa, 11 Juli 2006 |
|
Baik tulisan fiksi maupun non fiksi, punya tantangan yang nyaris sama. Menulis non fiksi tidak lebih sulit daripada menulis fiksi. Begitu juga sebaliknya. Kedua jenis tulisan itu bertemu di tempat yang sama: menulis adalah urusan berpikir. |
|
Baca lengkap ...
|
|
|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Selasa, 22 November 2005 |
|
"Setelah diamati dan diteliti, rumahnya sempat tak bisa ditemukan dan sering berpindah-pindah alamat. Pantas saja, rumahnya itu hasil rampokan." Buat anda, apakah kalimat tadi tergolong masuk akal? |
|
Baca lengkap ...
|
|
|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Minggu, 09 Oktober 2005 |
|
TV telah membesarkan kita dalam peradaban yang aneh. Kita dipupuk menjadi voyeur, tukang ngintip, yang memuaskan diri dengan menyaksikan penderitaan dan konflik yang benar-benar terjadi di depan mata. |
|
Baca lengkap ...
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>
|
| Results 11 - 15 of 20 |