|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Kamis, 08 Pebruari 2007 |
|
Siapapun yang bekerja di bidang penerbitan, tidak mungkin menerbitkan niat, keinginan, dan isi kepala. Para penerbit hanya menolak atau menerbitkan isi kepala yang sudah dituangkan menjadi naskah. |
|
Baca lengkap ...
|
|
|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Selasa, 11 Juli 2006 |
|
Baik tulisan fiksi maupun non fiksi, punya tantangan yang nyaris sama. Menulis non fiksi tidak lebih sulit daripada menulis fiksi. Begitu juga sebaliknya. Kedua jenis tulisan itu bertemu di tempat yang sama: menulis adalah urusan berpikir. |
|
Baca lengkap ...
|
|
|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Selasa, 22 November 2005 |
|
"Setelah diamati dan diteliti, rumahnya sempat tak bisa ditemukan dan sering berpindah-pindah alamat. Pantas saja, rumahnya itu hasil rampokan." Buat anda, apakah kalimat tadi tergolong masuk akal? |
|
Baca lengkap ...
|
|
|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Minggu, 25 September 2005 |
Saya benar-benar iri. Tom mendapat tugas untuk mengadaptasi cerita pendek (sekali) menjadi skenario. Saya tidak pernah mendengar istilah 'skenario' ketika duduk di kelas 6 SD. Wujud skenario baru benar-benar saya lihat sendiri sewaktu berlatih membaca skenario (tepatnya, naskah drama) Arifin C Noor, Putu Wijaya, Rendra, atau Riantiarno di teater kampus dulu. |
|
Baca lengkap ...
|
|
|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Minggu, 31 Oktober 2004 |
|
Harganya memang tak seberapa. Tak lebih dari Rp. 15.000,- saja. Tapi saya benar-benar menyesal sudah membeli buku itu. Buku kecil itu sebetulnya ditulis oleh dua pengarang. Ditulis pada saat yang berbeda. Dan ditulis oleh penulis terkemuka pula. Namun digabung menjadi satu buku oleh penerbitnya di sini. Barangkali karena terlalu tipis jika diterbitkan satu persatu. |
|
Baca lengkap ...
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
| Results 1 - 5 of 6 |