Merdeka 2.0Merdeka adalah
|
Mesin & Konteks CabulMemblokir konten cabul itu baik-baik saja. Toh tak ada seorangpun di Indonesia yang berani mengakui dirinya sebagai pendukung pornografi.
Cuma saja, urusan teknik dan metoda pemblokiran itu sendiri tidak boleh diabaikan. Kesalahan dalam urusan itu bisa mengancam hak lain dari warga negara di luar urusan cabul. Metoda pemblokiran berdasarkan kata kunci, misal. Bayangkanlah, jika kata “seks” termasuk kata kunci yang diblokir maka artikel ilmiah tentang “pendidikan seks” ikut terblokir. Mesin bisa mengenali teks, tapi belum ada mesin yang memahami konteks. Murah Tapi KonyolSebuah ebook reader dirancang untuk menyasar pelajar di negara berkembang. Alat itu memakai microcontroller jadul sehingga harganya bisa murah. Alat yang bernama Humane Reader itu akan berharga $ 20 saja.
Untuk membaca ebook, alat ini harus dihubungkan ke TV. Kok begitu? Perancang alat itu menganggap orang di negara berkembang lebih terbiasa dengan TV ketimbang komputer. Anggapan dia mungkin betul, tapi keputusannya itu salah. Bayangkanlah seorang pelajar di Indonesia membaca ebook di layar TV. Dia bisa dikeroyok penghuni rumah lain yang kecanduan sinetron atau infotainment kan? Raja Yang LumpuhKesuksesan sebuah media di Internet sangat tergantung kepada konten-nya. "Content is king," katanya. Konten adalah alasan paling kuat bagi banyak orang untuk mengakses media online.
Tapi meski anda punya konten bagus, tidak berarti tugas anda sudah selesai untuk membangun media yang sukses. Anda harus memastikan bahwa 'sang raja' itu tidak lumpuh. Penyajian dan penataan kontent adalah dua hal yang bisa membuat "sang raja" gesit dan seksi. Flipboard membuktikan, penyajian dan penataan konten membuat media tampak seksi. Membajak BukuSeorang kawan meresensi sebuah buku di blognya. Seorang pengunjung blog itu menulis komentar atas resensi itu, "nungguin pdfnya :)". Boleh jadi komentar itu cuma canda. Boleh jadi juga itu keinginan serius si komentator. Apapun itu, "nungguin pdfnya :)" itu sungguh keterlaluan. Kita tahulah maksud si komentator: dia menunggu versi ebook bajakan dari buku itu. Apakah orang ini tidak pernah menggaji karyawannya? Apakah dia atau orangtuanya sudi bekerja tanpa mendapatkan bayaran? Jangan membajak buku. Jangan mencuri hak orang lain. |