PURNAMA YANG ANGKUH (buat: EY) |
|
Oleh Yayan Sopyan
|
|
Kamis, 09 Maret 1989 |
|
perempuan,
aku melukis wajahmu begitu lama
tapi tak kunjung rampung
bukan karena begitu sukar
untuk tarik garis wajahmu
melainkan tak kukenali senyummu
tak kupahami rambutmu sebahu
lalu, bagaimana kita bisa bertemu,
sekedar bertemu,
tidak untuk saling renggut diri?
perempuan,
menghitung berapa kali kau tersenyum
berarti beranjak untuk menghitung luka
perempuan,
tunjukkan dimanakah seorang bayi bakal menetek di tubuhmu?
barangkali di sana aku bisa menyapa mu
begitu lama kulukis wajahmu, perempuan
begitu lama pula engkau menjadi purnama yang angkuh
Yogyakarta, 9 Maret 1989
|