Beranda arrow Sajak arrow Nyanyian Bocah Gusar arrow TANPA KACAMATA

TANPA KACAMATA
Oleh Yayan Sopyan   
Sabtu, 30 Juni 1990

"Asalkan taqwa, jadi apapun, jadilah kamu," bilang bapakku begitu pula paman dan bibi.
mereka kirimiku kitab-kitab tapi lupa beriku kacamata. tanpa kacamata semuanyalah labirint: siap menjebak, siap melepas.

tanpa kacamata, kulitku meraba. tanpa kacamata, lidahku merasa. tanpa kacamata, hidungku membau. tanpa kacamata, telingaku memburu suara. tanpa kacamata, mataku hanya mengejar sinar. tanpa kacamata, kepalaku berlogika. tanpa kacamata, hatiku mesti diasah senantiasa.

"Jadi apapun, jadilah kamu. Asalkan kau taqwa," kata bapakku. begitu juga bilang paman dan bibi.

mereka kirimiku lukisan- lukisan. tapi lupa beriku kacamata.

karena kacamata juga barang dagangan, maka aku tak berkacamata. Dan terus aku tak 'kan pernah berkacamata karena begitulah adam mengajariku, karena kenyataan tak bisa dibingkai. tanpa kacamata, adakah yang tersesat atau yang sampai tujuan? Dengan mata telanjang manusia menjadi murid dan gurunya sendiri

Yogyakarta, 30 Juni 1990

 

Related Items