Tidak Mood Untuk Menulis?
Mood? Anda bilang, anda tidak mulai menulis karena anda merasa sedang tidak mood? Belum berada dalam suasana hati yang pas untuk menulis? Kalau anda yakin bahwa persoalan utama menulis anda adalah mood, cobalah bayangkan bos anda. Atau boleh juga anda membayangkan pelayan rumah makan langganan anda.
Satu Toilet Sepuluh Novel
“Mas tahu, sekali saya masuk toilet, saya bisa menghasilkan sepuluh novel,” katanya bersemangat. Lalu kelas pun riuh. Hampir semua peserta berkomentar dengan suara bergumam. Tak terlalu jelas apa komentar mereka untuk bualan temannya itu.
Bangun Siang Di Depan Meja Yang Berantakan
Jim! Jim! Kaki mabukmu mengetuk-ngetuk tengkukku. Jim! Jim! Para leluhur Indian di sekeliling mahkotamu. Jim! Jim! Kadal gurun menunggumu di tengah cuaca yang serba tak menentu. Jakarta, 29 September 2010
Menjadi Intim Dengan Ebook
Ebook memang menggoda. Ada sekian ratus ribu judul ebook tersedia gratis dan legal di Internet. Cobalah tengok Project Gutenberg. Kalaupun harus membeli, harga ebook jauh lebih murah daripada harga buku cetak.Celakanya, membaca ebook di komputer desktop maupun laptop memang tidak nyaman. Tidak intim. Juga kurang rileks.
Salesman Nekad
Pernahkah rumah Anda didatangi oleh seorang salesman yang super nekad? Saya mengalaminya beberapa kali. Dulu. Sekarang sudah jarang ada salesman yang 'bertamu' ke rumah.
Ambillah Seluruh Kesempatan Menulis
Untuk menjadi penulis, yang pertama-tama harus kita lakukan adalah menulis. Tak ada cara lain untuk mengawali langkah menjadi penulis selain menulis itu sendiri.
Dari Cai Lun Ke Amazon.com
Pada masa-masa awalnya, e-book juga merampas pengalaman-pengalaman lama kita dengan buku cetak. E-book tidak memberikan rasa intim karena kita tidak leluasa untuk membacanya. Kita tidak bisa membaca e-book sambil menyandarkan leher dan menjulurkan kaki kita di sofa.
Peperangan 2.0Yayan Sopyan - Jumat, 21 Januari 2011Dalam perang propaganda pada era ini, yang harus kita takutkan bukanlah musuh kita. Takutlah kepada mereka yang menjadikan kita sebagai prajurit dan meriamnya tanpa kita sadari. |