Click on the slide!

Tidak Mood Untuk Menulis?

Mood? Anda bilang, anda tidak mulai menulis karena anda merasa sedang tidak mood? Belum berada dalam suasana hati yang pas untuk menulis? Kalau anda yakin bahwa persoalan utama menulis anda adalah mood, cobalah bayangkan bos anda. Atau boleh juga anda membayangkan pelayan rumah makan langganan anda.

Click on the slide!

Satu Toilet Sepuluh Novel

“Mas tahu, sekali saya masuk toilet, saya bisa menghasilkan sepuluh novel,” katanya bersemangat. Lalu kelas pun riuh. Hampir semua peserta berkomentar dengan suara bergumam. Tak terlalu jelas apa komentar mereka untuk bualan temannya itu.

Click on the slide!

Bangun Siang Di Depan Meja Yang Berantakan

Jim! Jim! Kaki mabukmu mengetuk-ngetuk tengkukku. Jim! Jim! Para leluhur Indian di sekeliling mahkotamu. Jim! Jim! Kadal gurun menunggumu di tengah cuaca yang serba tak menentu. Jakarta, 29 September 2010

Click on the slide!

Menjadi Intim Dengan Ebook

Ebook memang menggoda. Ada sekian ratus ribu judul ebook tersedia gratis dan legal di Internet. Cobalah tengok Project Gutenberg.  Kalaupun harus membeli, harga ebook jauh lebih murah daripada harga buku cetak.Celakanya, membaca ebook di komputer desktop maupun laptop memang tidak nyaman.  Tidak intim. Juga kurang rileks.

Click on the slide!

Salesman Nekad

Pernahkah rumah Anda didatangi oleh seorang salesman yang super nekad? Saya mengalaminya beberapa kali. Dulu. Sekarang sudah jarang ada salesman yang 'bertamu' ke rumah.

Click on the slide!

Ambillah Seluruh Kesempatan Menulis

Untuk menjadi penulis, yang pertama-tama harus kita lakukan adalah menulis. Tak ada cara lain untuk mengawali langkah menjadi penulis selain menulis itu sendiri.

Click on the slide!

Dari Cai Lun Ke Amazon.com

Pada masa-masa awalnya, e-book juga merampas pengalaman-pengalaman lama kita dengan buku cetak. E-book tidak memberikan rasa intim karena kita tidak leluasa untuk membacanya. Kita tidak bisa membaca e-book sambil menyandarkan leher dan menjulurkan kaki kita di sofa.

Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks
First Draft

Peperangan 2.0

Yayan Sopyan - Jumat, 21 Januari 2011
Dalam perang propaganda pada era ini, yang harus kita takutkan bukanlah musuh kita. Takutlah kepada mereka yang menjadikan kita sebagai prajurit dan meriamnya tanpa kita sadari.